Pringsewu, 8 Desember 20225 — Kelas Wirausaha hari ini berlangsung dengan antusiasme tinggi melalui kegiatan Analisis terhadap Teori-Teori Desain, Produksi, dan Kewirausahaan yang menghadirkan narasumber berpengalaman, Pak Andreas Dwi Anggara, SE., M.M. Beliau merupakan praktisi sekaligus akademisi di bidang kewirausahaan yang dikenal memiliki pendekatan praktis dan relevan dengan dunia bisnis modern.
Acara diawali dengan pemaparan mengenai teori desain produk, di mana Pak Andreas menjelaskan pentingnya pendekatan user-centered design. Menurut beliau, desain yang baik harus mampu memberikan nilai tambah, menjawab kebutuhan konsumen, serta memiliki diferensiasi dibandingkan produk kompetitor. Selanjutnya, peserta diajak memahami teori produksi, meliputi perencanaan produksi, manajemen bahan baku, efisiensi proses, serta kontrol kualitas. Pak Andreas menekankan bahwa produksi yang efektif tidak hanya menekan biaya tetapi juga memastikan konsistensi kualitas produk.
Memasuki materi inti, narasumber mengulas teori kewirausahaan, termasuk pengembangan ide bisnis, identifikasi peluang, manajemen risiko, hingga strategi pengembangan usaha. Beliau menegaskan pentingnya entrepreneurial mindset yang kreatif, responsif, dan tahan terhadap perubahan.




Dalam sesi berikutnya, Pak Andreas memperkenalkan Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) sebagai alat penting dalam merancang strategi bisnis. Peserta diajak mengidentifikasi strengths (Kekuatan), keunggulan internal yang dimiliki usaha. Weaknesses (Kelemahan), faktor internal yang perlu diperbaiki. Opportunities (Peluang), kondisi eksternal yang bisa dimanfaatkan. Threats (Ancaman), tantangan dari luar yang harus diantisipasi.
Selain itu, Pak Andreas juga menjelaskan konsep 4P dalam pemasaran, yakni Product (Produk) seperti kualitas, fitur, desain, dan nilai yang ditawarkan. Price (Harga) seperti strategi penentuan harga sesuai segmen pasar. Place (Tempat/Distribusi) seperti cara produk sampai ke konsumen, termasuk kanal distribusi. Promotion (Promosi) seperti aya mengenalkan produk melalui iklan, media sosial, dan strategi komunikasi lainnya. Kegiatan berlangsung interaktif, dengan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar persaingan bisnis di era digital dan strategi pemasaran yang efektif. Pak Andreas memberikan jawaban yang lugas dan relevan, disertai berbagai contoh nyata dari dunia usaha.
Acara ditutup dengan pesan inspiratif bahwa wirausaha bukan sekadar membangun bisnis, tetapi juga menciptakan solusi dan nilai bagi masyarakat. Peserta mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat untuk pengembangan ide bisnis mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu memahami hubungan antara desain produk, proses produksi, strategi pemasaran, serta analisis lingkungan bisnis sehingga dapat mengembangkan usaha yang inovatif dan berkelanjutan.
